Bicaralah
Aku sama sekali tidak terikat janji denganmu,
lalu mengapa aku harus berharap kau peduli denganku ?
Mungkin aku memang seorang pecundang yang memilih berbicara dalam hati saja.
Tapi kalau aku pecundang apa kau juga harus pecundang?
Hanya berani bersembunyi dalam angan dan mimpi saja.
Maaf, mungkin aku terlalu berharap kau juga memiliki rasa yang sama denganku.
Tidak ada alasanku menyebutmu pecundang.
Tapi seandainya kau juga memiliki rasa yang sama denganku,
maka kau memang pecundang.
Kita pecundang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

4 komentar:
sesama pecundang gak boleh saling mendahului..
:pp
weehhh
setidaknya pecundang yang satu ne masih brani bicara lwat blog.
hehehe
gue juga berani bicara..
malah banyak tulisan gue yang terinspirasi darii dirinya.. Hahaha..
heii dikau seseorang disana..
makasihh..
nd miss u.. _hugs_
dirikukah yg menginspirasimu ?
(pede bgt, hehe^^)
Posting Komentar