Rabu, 26 Januari 2011

Hilang dan Berganti


Sepertinya aku tidak pernah lagi melihat langit impianku.
Rasi bintang dimalam haripun tak pernah ku nikmati lagi.
Lengkungan pelangi sehabis hujan juga tak pernah terlihat oleh ku.
Sungguh aku ingin melihat semuanya lagi.

Sejak kapan semuanya menghilang?
Aku tidak tahu kapan mereka menghilang dari sisiku.
Sepertinya aku masih baru bersama mereka.
Bercanda, tertawa, bermain, bertengkar,menangis, dan tertawa lagi.

Ingin ku ulang lagi pada masaku sekarang, tapi tak bisa,
Ruang waktu dan aktornya tak sama lagi.
Aku tetap mencari, meski tak tahu kapan akan menemukan.
Sampai aku lelah, dan aku ditemukan.

Bicaralah

Bicaralah

Aku sama sekali tidak terikat janji denganmu,
lalu mengapa aku harus berharap kau peduli denganku ?
Mungkin aku memang seorang pecundang yang memilih berbicara dalam hati saja.
Tapi kalau aku pecundang apa kau juga harus pecundang?
Hanya berani bersembunyi dalam angan dan mimpi saja.
Maaf, mungkin aku terlalu berharap kau juga memiliki rasa yang sama denganku.
Tidak ada alasanku menyebutmu pecundang.
Tapi seandainya kau juga memiliki rasa yang sama denganku,
maka kau memang pecundang.
Kita pecundang.

Jumat, 21 Januari 2011

Apa sebenarnya yang dibutuhkan dalam hidup?

Pada saat liburan natal kemarin,
Ibu saya berkata,

"Jangan beli yang kamu perlu,
Tapi belilah yang kamu butuhkan."

Yang tadinya saya berniat mau beli sesuatu,
setelah mendengar perkataan ibu saya itu,
tiba-tiba saya jadi berpikir dua kali untuk membelinya.
Apakah yang saya inginkan itu memang saya butuhkan?
atau itu hanya sesuatu yang saya perlukan saja?


Kadang saya bertanya pada diri sendiri,
"apa sebenarnya yang saya butuhkan?"

Lama saya memikirkannya.
Hingga saya menyadarinya sendiri.
Sesuatu yang saya perlukan itu mungkin penting untuk saya.
Namun meski tidak terpenuhi,

Hidup saya akan baik-baik saja jika itu masih dalam kata "perlu".

Namun ada lagi yang terpenting.
Yaitu sesuatu yang memang saya butuhkan.
Sesuatu yang benar-benar bisa membuat saya bertahan hidup.

Apa yang saya perlukan belum tentu itu yang saya butuhkan.
Tapi apa yang saya butuhkan, itu sudah pasti yang saya perlukan.

Meskipun seandainya bisa memenuhi yang di perlukan dan yang dibutuhkan,
alangkah lebih baik tetap mempertimbangkannya dulu.
Karena mungkin saja dana yang tadinya untuk mempeli yang perlu,
suatu waktu malah dapat kita pergunakan pada sesuatu yang kita butuhkan.

Saya bersyukur kepada Tuhan,
karena saya mempunyai Ibu yang bijaksana.
Ibu yang selalu mengingatkan saya pada hal-hal yang positif.
Tuhan memberkatimu Ibuku.
AMIN.
=)